Top Ad unit 728 × 90

6 Cawali Berebut 142.463 Pemilih

BERITA MADIUN, Persaingan enam pasangan calon wali kota–wakil wali kota menuju Balai Kota Madiun, ditentukan hari ini. Mereka akan memperebutkan suara 142.463 pemilih warga Kota Madiun yang tercatat dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). KPUD Kota Madiun sudah menyiapkan 305 TPS (tempat pemungutan suara) sebagai tempat warga menyalurkan hak pilihnya.
Hingga sehari sebelum coblosan kemarin (28/8), masing-masing calon wali kota saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madiun optimistis memenangi pilkada. Seperti diungkapkan cawali Achmad Zainudin Iskan yang berpasangan dengan Kus Hendrawan, dengan mematok angka 60 persen suara. ‘’Ini sesuai target sejak awal,’’ katanya.
Keyakinan itu ditambah dengan hasil survei internal yang membuktikan pandangan politik masyarakat semakin bijak dalam memilih pemimpin. Termasuk, kata dia, yang berasal dari calon perseorangan seperti pasangan Awan 19. ‘’Dari 27 kelurahan, Insya Allah ada basis suara, terutama di Kecamatan Taman dan Manguharjo,’’ tambahnya.
Sementara itu, cawali Mochid sesuai rabaan dan perhitungan tim pasangan Murni (Mochid Soetono–Karni) mampu meraup 45.000 pemilih. Pertimbangannya, dukungan mencalonkan diri sebagai calon wali kota–wawali melalui jalur perseorangan hampir 30 ribu jiwa. Dalam perkembangannya, terdapat tambahan signifikan hingga 15.000 suara. Murni juga mengikrarkan sebagai kuda hitam dalam pilkada. ‘’Saya prediksi 40.000 sampai 45.000 suara itu sudah jadi. Kantong dukungan Murni di Kecamatan Kartoharjo dan Manguharjo,’’ ujar Mochid.
Sedangkan, Parji, cawali pasangan PARI (Parji–Inda Raya) juga berkomentar soal keyakinannya menang satu kali putaran. Menurutnya, mesin partai pendukung, PDIP–Partai Gerindra–PKNU–PBB dan koalisi parpol nonparlemen sudah bekerja ekstra. Dia memprediksi persaingan bakal ketat dan selisihnya cukup tipis. ‘’Kami targetnya menang satu putaran, saya tidak bisa menyebut angka. Ada beberapa kelurahan yang menjadi lumbung suara dengan perolehan di atas 75 persen,’’ jelasnya.
Sementara itu, Arief Purwanto, cawali pasangan ARH (Arief Purwanto–Hari Sutji Kusumedi) tetap optimistis menang. Menurutnya, tim dan dukungan ke ARH semakin solid. ‘’Apapaun hasilnya kami siap,’’ ujarnya.
Sutopo, cawali dari pasangan Top Care (Sutopo–Tri Nuryani) menyakini posisinya bakal bertengger dengan perolehan 40 persen suara. Dengan estimasi riil butuh 50.000 suara lebih. Ini mempertimbangkan jumlah golput dan lima pasangan lainnya. ‘’Saya dari 27 kelurahan kantong riil 14 kelurahan dan Insya Allah menang,’’ jelasnya.
Sementara itu, pasangan incumbent Bambang Irianto–Sugeng Rismiyanto (Ba-Ris) memilih bersikap tenang menyikapi rivalitas dengan klaim pasangan calon lain. Menurut cawali Bambang Irianto, yang terpenting menang satu kali putaran. ‘’Saya harap, semua legawa dengan hasil pilkada dan harapannya kondisi pilkada kondusif demi kepentingan warga,’’ ujarnya.
Sementara itu, dari enam pasangan calon hanya cawawali Tri Nuryani (Top Care) yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, Anie tercatat sebagai warga Sidoarjo. Lokasi TPS pasangan calon di antaranya, A Zainudin Iskan di TPS 20 Kelurahan Manisrejo, Mochid Soetono (TPS 12 Kelurahan Nambangan Kidul), Parji (TPS 14 Kelurahan Mojorejo), Arief Purwanto (TPS 12 Kelurahan Banjarejo), Sutopo (TPS 4 Kelurahan Kanigoro) dan Bambang Irianto (TPS 5 Kelurahan Kartoharjo). ‘’Hanya Tri Nuryani yang tidak punya hak pilih di Kota Madiun, lainnya bisa menyalurkan haknya,’’ tegas Ketua KPUD Kota Madiun, Sasongko.
Kota Siaga 1, Dijaga 1.500 Aparat
SEBANYAK 1.500 personel gabungan Polri dan TNI mulai digeser ke objek vital yang terkait Pilkada Kota Madiun pasca apel besar di Mapolresta, pagi kemarin (28/8). Sejumlah sasaran yang diamankan, di antaranya Pasar Besar Madiun (PBM), Balai Kota, Pertamina, PLN, dan aset pribadi pasangan calon. ‘’Saya sudah all out ini, statusnya siaga 1,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo kepada Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (28/8).
Sesui jadwal, hari ini (29/8) digelar pemilihan wali kota–wakil wali kota bersamaan dengan Pilgub Jawa Timur. Sesuai rencana, kata dia, pembagian pengamanan di lapangan antara polisi dan tentara saling mixed. Karena dalam tertib sipil, yang berhak bertanya, menggeledah dan menginterogasi warga adalah kepolisian. ‘’Pergeseran personel ini sebagai antisipasi apabila ada pengacau mulai H-1 (kemarin, Red),’’ tambahnya.
Dalam apel besar kekuatan yang disiapkan di antaranya Polresta sebanyak 526 personel, Korem 081/DSJ Madiun (100 personel), Kodim 0803 Madiun (100 personel), Denpom V/I Madiun (15 personel), Yonif 521/511 (100 personel), Brimob Polda DIJ (100 personel), Brimob Polda Jatim Detasemen C Kompi II-IV (200 personel). Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu menambahkan, terlibat juga 800 lebih Linmas. ‘’Sesuai prosedur karena anggota cukup, 1 TPS satu polisi ditambah lima Linmas,’’ ujarnya.
Dijelaskan, masing-masing BKO TNI dan brimob lebih fokus mengamankan objek vital. Misalnuya, di PBM selain disiapkan mobil pemadam kebakaran juga dijaga 10 anggota Brimob bersenjata. Selain itu, melakukan patroli gabungan hingga melaksanakan razia senjata tajam, minuman keras dan aksi premanisme. ‘’Tujuan kami memberi kenyamanan dan ketenangan kepada warga,’’ ujarnya.
Sebagaimana disampaikan dalam apel besar, pemilihan wali kota–wawali merupakan pesta demokrasi. Sehingga masyarakat memiliki hak memilih pemimpin terbaik untuk Kota Madiun. ‘’Saya sampaikan, suara rakyat suara Tuhan, siapapun yang menang harus diamankan,’’ jelasnya.
Kapolresta menegaskan, agar kondisi Kota Madiun kondusif harus dilawan aksi premanisme bersajam yang mengganggu jalannnya pilkada. ‘’Saya kasih reward ke anggota yang berhasil ungkap kasus sajam diberi Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, ini untuk lebih memotivasi,’’ ujarnya.
Bagaimana dengan hasil penghitungan suara? Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak itu menuturkan, untuk Pilgub yang waktunya bersamaan potensinya lebih kecil. Ini berbeda dengan hasil penghitungan pilkada yang dapat diketahui sementara pada sore ini. Meski begitu, agar tidak kecolongan sekecil apapun informasi akan ditindaklanjuti perwira pengaman dan timnya. ‘’Saya jamin keamanan 1.000 persen sampai penetapan calon terpilih, sehingga warga tidak usah takut dan tetap beraktivitas normal,’’ tandasnya
6 Cawali Berebut 142.463 Pemilih Reviewed by Unknown on 20.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Berita Seputar Madiun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.