Lapas Madiun kecolongan
BERITAMADIUN berita-madiun.blogspot.com) Pengamanan ketat di Lapas Klas I Madiun di Jalan Yos Sudarso ternyata mampu ditembus Rendy Anandita Putra. Tahanan kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang diproses Polsek Taman kemarin (10/11), sekitar pukul 06.15 WIB melarikan diri. Padahal, banyak petugas yang menjaga 1.389 narapidana dan tahanan di lapas. ‘’Tidak lebih 30 menit setelah saya telepon kapolresta, langsung ditangkap,’’ kata Kepala Lapas Klas I Madiun, Pargiyono kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Rendy terbelit kasus pencurian sepeda motor Satria FU AE 6602 BH milik Adzinta Winnerawan Tito, warga Perum Bumi Mas I Blok F, Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun. Lulusan salah satu SMK negeri di Kota Madiun itu mengaku ngebet dengan Satria FU sehingga nekat mencuri motor temannya. Seorang diri berhasil lolos, Rendy kabur menuju rumah kakeknya di Desa Tempursari, Wungu, Kabupaten Madiun.
Meski begitu, Pargiyono menegaskan secara internal bakal memproses serius insiden lolosnya Rendy. Pemuda 21 tahun itu baru empat hari menghuni blok H, yang diperuntukkan khusus tahanan. Peristiwa ini sudah dilaporkan pula ke Kakanwil Kemenkum dan HAM, Jawa Timur. ‘’Saya langsung diberi petunjuk kakanwil membuat tim pemeriksa, tim pencari serta kronologi kejadian. Kami juga akan periksa beberapa petugas,’’ jelasnya.
Pargiyono menyebut beberapa petugas terkait bersiap dimintai keterangan. Pihaknya, sudah mengantongi nama-namanya. Di antaranya, petugas Blok H dan kepala regu penjagaan yang dimintai keterangan terkait mekanisme pengamanan dalam jam-jam rawan. Termasuk, kata dia, petugas jaga di pos atau menara atas satu. ‘’Petugas pos satu secara jarak tidak lebih dari 25 meter. Jika bertugas secara benar pasti akan melihat orang di tiga kubungan (atap) dan kanopi,’’ ujarnya.
Jika pegawai lapas terbukti bersalah, akan dikenai sanksi sesuai bentuk pelanggaran. Pargiyono menambahkan ‘rute’ kaburnya Rendy tergolong berani. Yakni, disinyalir setelah keluar dari blok H yang pukul 06.00 WIB dibuka, Rendy ikut keluar napi yang diberi tugas membuang sampah. Tahanan itu tidak memilih akses pintu utama lapas. Tapi Rendy memilih berbelok menuju ruang kosong di belakang kantin kunjungan. ‘’Dia naik ke atap kantin kunjungan dengan bantuan gerobak sampah,’’ ujarnya sambil menunjuk ruangan kantin pada layar CCTV di ruang kerjanya.
Mantan Kalapas Klas II Kota Kediri itu menambahkan, setelah berada di atap kantin kunjungan, Rendy merayap di atas kanopi. Selanjutnya, kembali merayap di ruang tunggu dan ruangan registrasi. Karena di tembok paling luar lapas terdapat kawat berduri, tahanan tersebut memilih menggunakan kabel kompresor AC untuk turun. Lokasi turunnya ini berjarak sekitar 25 meter dari pos 1. ‘’Di posisi luar terdapat kabel kompresor AC untuk merambat. Tahanan yang kabur itu menggunakan kompresor untuk berpijak untuk turun,’’ ujarnya.
Keberadaan kompresor AC yang baru terpasang itu menjadi bahan evaluasi. Karena ini merupakan kelemahan yang dapat disalahgunakan. Terungkapnya tahanan kabur setelah dilakukan absensi oleh petugas Rendy tidak ada. Ditemukan pula kondisi kompresor AC dalam keadaan rusak. ‘’Petugas pos satu juga kami akan periksa. Seharusnya kalau memang ready di lokasi, bisa melihat aktivitas orang merayap. Posisinya juga belum pergantian jam jaga,’’ ujarnya.
Di sisi lain, Pargiyono mengaku optimistis tahanan yang kabur segera ditangkap. Itu setelah melihat foto identitas Rendy yang tampak lugu. Selama 31 tahun bertugas, tahanan atau narapidana yang kabur pagi lazimnya mudah ditangkap. Ini berbeda yang kabur saat jam-jam rawan pada pukul 01.00 sampai 04.00.
Di tempat terpisah, Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo menegaskan, anggota langsung diperintahkan melakukan pengejaran. Laporan cepat dari lapas ikut memudahkan polisi melakukan pengejaran maupun identifikasi titik-titik yang menjadi sasaran persembunyian. Di antaranya, terdeteksi petugas kepolisian dia berada di rumah kakeknya di Desa Tempursari. Selama ini, Rendy memang tinggal dengan kakeknya. ‘’Tahanan sudah tertangkap dari Polsek Taman waktunya tidak sampai 30 menit.’’ tegasnya
SUMBER : RADARMADIUN.INFO
Lapas Madiun kecolongan
Reviewed by Unknown
on
20.58
Rating:
Reviewed by Unknown
on
20.58
Rating:

Tidak ada komentar: