1000 desa di Madiun siap Go Online
OpenMadiun - Internet merupakan media yang terus meningkat penggunanya. APJII melaporkan pada 2013 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 75 juta orang. Angka itu terus meningkat, sehingga diperkirakan pada 2015 jumlah pengguna internet setara dengan setengah jumlah penduduk Indonesia. Untuk mengimbangi jumlah pengguna internet tersebut, maka harus diiringi dengan pemanfaatannya, termasuk bagi masyarakat perdesaan. Pemanfaatan internet bagi masyarakat di perdesaan yang harus diperkuat diantaranya dengan website desa. Yosep Rusfendi , pengelola OpenMadiun, mengatakan bahwa dengan website desa, desa mampu menjaga eksistensinya melalui pengelolaan informasi. " website desa mampu menjaga hak warga desa akan banyak hal, diantaranya, kemandirian, pengembangan sumberdaya, aktualisasi jatidiri akan kearifan lokal." Tuturnya. Yossy Suparyo, penggiat Gerakan Desa Membangun, menuturkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di desa. Ironisnya desa hanya disapa saat Pemilu, selebihnya dilupakan. Meski jumlah masyarakat desa besar, sebagian besar penduduk masih terbelenggu dalam budaya bisu. Kebisuan yang seharusnya disuarakan oleh media ternyata tidak mendapat porsi yang seimbang "Media massa komersil lebih berpihak pada segelintir elit saat membahas tentang hidup kami. Mereka berbuih-buih menjelaskan desa meski tak pernah merasakan hidup kami. Saatnya kekuatan masyarakat desa bangkit, kami harus bersuara bukan sekadar disuarakan." tuturnya Untuk itu Openmadiun ikut ambil bagian dalam upaya pemanfaatan website desa mendorong arus informasi dari desa di Madiun, agar tersebar luas ke ruang publik melalui internet, melalui program 1000 website desa gratis. Program 1000 website desa gratis itu sendiri merupakan kerja kolaborasi Gerakan Desa Membangun (GDM) dengan sejumlah kalangan seperti Pandi, pegiat pemberdayaan desa, blogger, relawan teknologi informasi dan komunikasi, organisasi pemerintah dan nonpemerintah, serta individu untuk mendorong pengarusutamaan isu perdesaan ke ruang publik. Program ini diluncurkan pada Festival TIK Desa di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas pada 30 Agustus 2013. Program 1000 website desa gratis akan mendukung dan melayani desa-desa yang memiliki keinginan kuat untuk memanfaatkan website untuk mempromosikan potensi desa maupun untuk memasarkan produk-produk unggulan desanya. (omc/gdm)
Tidak ada komentar: